Wanita dan Hijab #1


Saya akan me-repost mengenai wanita dan hijab dari #NFQ 

Selamat  mendalami…

Mulianya Seorang Wanita

Saya awali dengan pertanyaan yang sangat mudah. Mana lebih berharga, batu kali atau batu permata? Jawabannya gampang banget kan? Nenek-nenek juga tau kalo batu permata jauh lebih berharga dibanding batu kali hehe. Batu kali itu murah, mudah ditemukan, dan hampir tidak bernilai. Orang pun hampir tidak ada yang mengoleksinya.

.

Lain halnya dengan batu permata. Batu ini sangat mahal, tidak mudah ditemukan dan hanya sedikit orang yang bisa memilikinya. Ketika kita melihat benda tersebut, pasti akan langsung terpesona dengan keindahannya. Sang empunya pasti merawat dan menjaga barang kesayangannya tersebut selama 24 jam, setiap hari dielus-elus, dan kalo perlu dimandiin dan disabunin.

.

Cara merawatnya pun harus hati-hati. Batu permata itu dibungkus dengan kain kassa, lalu dimasukkan ke dalam kotak, kemudian dimasukkan lagi ke dalam brangkas di lemari, lalu brangkasnya dikunci dengan kombinasi password 10 angka. Kemudian lemari tersebut dikunci dengan kunci seukuran gajah afrika dan kalo perlu kuncinya ditelen sekalian biar ga ada yang bisa buka.

.

Intinya adalah, barang berharga itu mahal harganya sob! Makanya kudu dijaga dan dilindungi…

.

NAH!! BEGITU JUGA DENGAN WANITA!

.

Allah Swt sangat memuliakan seorang wanita. Dalam surat Al Hijr ayat 28-29 diceritakan bahwa manusia yang pertama kali lahir di muka bumi ini adalah Nabi Adam yang diciptakan dari tanah liat kering. Lalu kemudian Allah Swt membuatnya sempurna dengan meniupkan ruh ke dalam jasad Adam.

.

Adam lalu ditempatkan di dalam Surga. Makanan lezat dan minuman nikmat adalah santapannya setiap hari. Apapun yang ia inginkan langsung tersedia. Tapi sayang beribu sayang, Adam hanya tinggal seorang diri di dalam Surga. Adam juga seorang manusia biasa yang butuh teman ngobrol. Mau enak gimanapun, tapi kalo yang namanya kesepian itu ya ga enak!

.

Manusia memang kodratnya harus memiliki pendamping, untuk berbagi suka duka dan kasih sayang, supaya tidak galau terus menerus. Sendal jepit aja ada pasangannya, masa manusia ga ada??! hehehe

.

Allah Maha Mengetahui semua isi hati hamba-hambaNya, termasuk Adam yang kesepian. Maka dengan kekuasaan yang dimiliki, Allah Swt ciptakan manusia baru berjenis kelamin wanita. “Kun fa yakuun!” atau “Jadi, maka jadilah!”, maka seketika itu juga muncul sesosok wanita cantik bernama Hawa yang belum pernah dilihat oleh Adam seumur hidupnya. Dikisahkan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri Nabi Adam.

.

Ada maknanya mengapa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Bukan dari kepala pria, karena bukan untuk menjadi atasannya. Bukan juga dari kaki pria, karena bukan untuk menjadi bawahannya. Tapi dari tulang rusuk pria, yang berarti sejajar. Dekat dengan tangan untuk dilindungi, dan dekat dengan hati untuk dicintai dan disayangi. Sedapp abisss bahasanya hahaha..

.

Yak intinya adalah seorang wanita itu mulia dan berharga. Saya pun, meskipun seorang laki-laki, lahir dari rahim seorang wanita yang luar biasa. Betapa Allah Swt sangat memuliakan seorang wanita, yang dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa wanita itu laksana intan permata. Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Surga ada di telapak kaki seorang wanita (Ibu). Tapi ini bukan berarti jika kita angkat telapak kaki ibu, ada Surga dibaliknya. Ya ga gitu juga.

.

Intinya adalah… Wahai kaum wanita, bersyukurlah karena sesungguhnya Allah Swt sangat mencintai kalian. Dia sangat ingin menjagamu, dan salah satu caranya adalah dengan mewajibkan memakai hijab. Hijab berfungsi untuk menutup aurat, yaitu bagian tubuh seseorang yang wajib ditutup atau dilindungi dari pandangan yang bukan muhrim. Aurat untuk wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

.

Perintah Berhijab

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sebagai petunjuk kehidupan yang mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia. Dari kita bangun tidur sampe tidur kembali, semua sudah diatur dalam Islam. Allah Swt menginginkan yang terbaik bagi hamba-hambaNya, maka itu Islam diturunkan ke muka bumi, untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar.

.

Allah Swt paling mengetahui yang terbaik bagi seluruh hambaNya. Terkadang ada hal yang menurut kita baik, namun menurut Allah Swt itu buruk. Sebaliknya, menurut kita hal itu tidak baik, tapi ternyata hal itu sangat disukai olehNya. Ini menandakan bahwa ilmu kita sebagai makhluk yang lemah bernama manusia tidak akan sanggup untuk menandingi ilmu Sang Maha Memiliki Ilmu.

.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

.

Allah Swt pun mengetahui bahwa pakaian terbaik bagi kaum wanita adalah dengan memakai hijab. Karena itulah, Dia memerintahkan kepada seluruh kaum wanita yang beriman untuk berhijab.

.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al-Ahzab [33]: 59)

.

Dalam ayat yang lain, “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain hijab (jilbab) ke dada  mereka…” (QS. An-Nur [24]: 31)

.

Selain itu, hadits Nabi Muhammad saw, “Anak perempuan apabila telah cukup umurnya (masa akhir baligh), maka mereka tidak boleh dilihat melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan.” (HR. Abu Daud)

.

Hijab berasal dari bahasa arab, yang arti harfiahnya itu penutup. Kalau dalam pengertian bahasa sehari-hari biasa di artikan dengan memakai jilbab atau kerudung dengan tujuan untuk menutup aurat bagi wanita muslim. Tentunya, cara pemakaian hijab itu pun harus sesuai dengan syariat, yaitu menutupi seluruh aurat, tidak ketat, tidak tipis dan tidak transparan.

.

Bagi seorang wanita muslimah yang yakin Allah Swt sebagai Tuhannya, Muhammad sebagai rasulnya dan Islam sebagai agamanya, harus mematuhi segala apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. Ini adalah konsekuensi sebagai seorang hamba yang beriman. Kita tidak diperbolehkan mencari alternatif lain selain melaksanakan perintah-Nya. Karena hal itu hanya akan mengarahkan kita kepada jalan yang sesat.

.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33]: 36)

.

Ini artinya, suka tidak suka, mau tidak mau, demen ga demen, siap ga siap, ya yang namanya perintah memakai hijab itu harus dilaksanakan. Karena ini bukan masalah kesiapan, namun kewajiban. Kalo teman-teman nunggu berhijab saat udah siap, ya kelamaan woiii hehehe.. Bisa bisa ga bakalan pernah berhijab. Yang betul adalah, berhijab dulu, meskipun masih blom sempurna, sambil pelan-pelan diperbaiki sikap dan hatinya. Sama saja kaya shalat, kalo kita nunggu khusyu baru shalat ya ga bakal shalat-shalat. Atau waktu mau sedekah tapi nunggu ikhlas, ya ga bakalan pernah sedekah seumur hidup. Untuk itu, yang paling tepat adalah belajar sambil berjalan, atau istilah kerennya, “Learning by doing”.

.

Lho, berarti agama maksa dong? Lho ya iya dong, namanya juga aturan! Di setiap Negara aja ada aturannya, setiap perusahaan ada aturannya, dan di setiap keluarga pun ada aturannya. Sistem tata surya pun ada aturannya, dimana seluruh planet berputar kearah yang sama. Coba bayangkan kalo Planet Mars muter ke kiri, planet Jupiter muter ke kanan, dan Planet Pluto muter ke atas, udah pasti hancur alam semesta ini!

.

Rasulullah saw pernah mengatakan bahwa dunia ini adalah ‘penjara’ bagi orang mukmin dan ‘surga’ bagi orang kafir. Maknanya adalah, bagi orang-orang mukmin yang bermimpi ingin mendapatkan Surga, ya tentunya ada aturan mainnya. Kalo mau masuk neraka sih gampang, just do what u wanna do, with your own rules.. beresss! Langsung nyemplung ke kolam neraka hehe..

.

Islam itu satu paket, ga bisa kita ambil setengah-setengah. Kalo enak baru dijalankan, yang ga enak diakal-akalin biar ga dijalanin. Ga bisa seperti itu. Keseluruhan isi paketnya harus dilaksanakan, ga bisa ditawar-tawar.

.

Ibarat kerja di suatu perusahaan nih, kalo bos ente ngasih perintah, kira-kira bakal dikerjain ga? Jawabannya pasti, “Ya iya lah, kalo ga bisa dipecat gue!” Nah tu pinter! Sekarang, kalo perintah dari bos aja kita laksanakan karena takut dipecat, lha masa perintah dari Allah Swt – Tuhan Semesta Alam, Bos dari segala bos – ga kita kerjain?? Apa ente-ente mau dipecat Allah?? (Baca: dicabut nyawanya

:D

.

Bagi orang-orang yang ngeyel, nanti pasti ngomong gini, “ya namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa, jadi wajar dong kalo ga ngerjain perintahnya.” Nah ini keblinger hehe.. Memang betul manusia itu tempatnya salah dan dosa, tapi manusia itu kan makhluk yang paling sempurna, diciptakan oleh Allah Swt dalam bentuk sebaik-baiknya yang diberikan akal, pikiran, serta nafsu. Semua itu ya harus digunakan untuk berpikir dan bertindak.

.

Kalau kita terus-terusan ngeyel seperti itu maka kita akan menjadi manusia yang sesat, karena terus mempertanyakan dan menyangsikan ayat-ayatNya. Dan Jika seseorang telah sesat, maka teman sejatinya hanyalah setan. Karena di dunia ini hanya ada dua pilihan menjadi hamba Allah (taat pada perintah dan menjauhi laranganNya serta mengikuti sunnah Nabi) atau hamba setan yaitu mengikuti hawa nafsunya dan mematuhi seruan setan.

.

Sebagaimana firman-Nya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) kami adakan baginya setan yang (menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.”  (Az-Zukhruf [43]: 36-37)

.

Selanjutnya, di masa sekarang ini, yang katanya era globalisasi dan emansipasi, banyak yang ngomong, terutama dari kalangan liberal, bahwa jilbab tidak wajib karena tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang modern ini. Perintah berjilbab itu kan turun saat zaman dulu di Nabi Muhammad, dan bukan untuk masa sekarang ini. Kondisi dulu dan sekarang kan beda jauh. Dulu teknologi belum ada, sementara sekarang kita hidup di abad 21 yang penuh dengan teknologi canggih. Sehingga, penggunaan jilbab pada masa sekarang ini sudah tidak relevan lagi.

.

Patut dipertanyakan bagi mereka yang berkata demikian, karena apabila jilbab tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman, maka secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa Allah Swt sudah tidak relevan lagi untuk menjadi Tuhannya, karena ya yang menurunkan perintah berjilbab adalah Allah Swt yang terdapat di dalam Al-Quran. Jika dia mengingkari Al-Qur’an maka berarti dia juga mengingkari Allah, karena Al-Quran adalah “kalamullah”, atau perkataan Allah.

.

Ada lagi yang berpendapat bahwa perintah memakai jilbab itu kan kalo kita akan diganggu saja, seperti yang tertera di Surat Al-Ahzab ayat 59, “…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan karena itu mereka tidak di ganggu.”

.

Orang-orang yang suka berdebat akan berargumen, “Berarti kalo dalam kondisi ga diganggu boleh ga pake jilbab dong? Mungkin ayat itu turun waktu kondisi masyarakat sedang tidak aman dan wanita tidak aman bepergian keluar rumah. Tapi sekarang kan sudah aman, ga ada lagi yang ganggu wanita muslimah keluar tanpa jilbab.”

.

Pemikiran ini bukan salah lagi, tapi keblinger bin keplintir hehe.. Coba lihat kondisi sekarang, tengok kanan kiri depan belakang. Begitu banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi karena banyaknya wanita yang mengumbar auratnya. Berdasarkan data, di Amerika Serikat, negara yang sangat bangga dengan kebebasannya, setiap 5 menit sekali ada satu orang wanita yang diperkaos. Ini fakta.

.

Maka dari itu, inilah hikmah yang terkandung di dalam setiap perintah-Nya. Saat wanita keluar rumah mengenakan hijab, maka orang-orang di sekitar akan menghormatinya serta tidak akan mengganggunya. Berbeda dengan seorang wanita yang keluar dari rumah dengan pakaian bikini misalkan, kemungkinan menjadi target pelecehan seksual tinggi.

.

Memang memakai hijab bukanlah jaminan tidak akan diganggu, tapi paling tidak akan banyak membantu untuk membuat dirinya aman dari godaan para lelaki hidung belang dan non-belang hehe..

.

Sehingga, dalam pengertian ayat di atas, kalimat “..karena itu mereka tidak diganggu” bukan MENJADI ALASAN untuk memakai jilbab, melainkan itu adalah DAMPAK POSITIF bagi orang yang memakainya. Ini dua hal yang sangat berbeda.

.

Sama saja dengan orang yang shalat, Allah Swt berfirman, “Tegakkanlah (dirikanlah) shalat untuk mengingatku.” (QS. Thaha [20]: 14). Lalu apakah orang yang sudah ingat Allah Swt berarti dia sudah shalat? Belum tentu kan? Tapi yang benar adalah, salah satu dampak positif dari melaksanakan shalat adalah kita akan selalu ingat kepada-Nya. Got the point?

.

Begitu juga dengan memakai jilbab. Wanita memakai jilbab agar tidak diganggu, tapi bukan berarti orang yang tidak diganggu menjadi tidak perlu memakai jilbab.

.

Bagaimana kalo ada orang yang berkomentar sinis saat teman-teman memakai jilbab? Mungkin dibilang sok alim dll. Saran saya adalah, udah cuekin aja, nanti lama-lama juga mereka cape sendiri hehe.. Manusia itu memang suka berkomentar, makanya kalo di pertandingan sepakbola pun, biasanya yang namanya komentator itu lebih jago dibanding pemain bola itu sendiri. Ya kerjaannya kan cuma komentar doang alias NATO (No Action Talk Only).

.

Dalam hidup ini, kita ngelakuin hal yang bener aja dikomentarin, apalagi ngelakuin hal yang salah! Pake aja prinsip “anjing menggonggong khafilah berlalu”. Lakukan saja apa yang menurut kita benar, dan jangan mendengar orang-orang yang ingin mempengaruhi kita. Hal yang wajar di dunia ini adalah, saat kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, pasti adaaa aja cobaannya. Tapi ya itulah alasan mengapa penghuni Surga itu sedikit, ga banyak orang yang bisa masuk, karena sebagian besar dari manusia ini ga bener. Semakin kita mengikuti kebanyakan orang yang ga bener ini, semakin sesat lah diri kita dari jalan yang diridhai-Nya.

.

Sebagaimana firman-Nya,  “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al-An’am [6]: 116)

.

Jadi tidak perlu kita terus mendengar dan memikirkan apa kata orang jika mau melakukan kebaikan. Atas semua perintah Allah, cukup kita mengatakan,“sami’naa wa atha’naa” (kami dengar dan kami taat), seperti yang tertera dalam surat An-Nuur: 51.  Karena jawaban seperti ini lah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan di dunia dan di akhirat. Semoga kita semua termasuk di dalamnya, Amiiiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…

One thought on “Wanita dan Hijab #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s