Wanita dan Hijab #3


Saya akan me-repost mengenai wanita dan hijab dari #NFQ

The world will conspire on you, if you positive think

Jadi, ini adalah 10 alasan super top yang paling sering saya dengar dari para wanita saat mereka masih tidak mau memakai hijab.Here we gooo..!!!

.

1. “I am still young! Gue kan masih muda, nanti aja deh pakenya.”

Inilah alasan nomer wahid yang sering saya dengar saat wanita belum memakai hijab. Kalo ditanya, nantinya itu kapan? Jawabannya, “Ya nanti aja kalo udah nikah”atau “nanti aja kalo udah punya anak”atau “nanti aja kalo udah umrah atau naik haji”, dst. Untung blom ada yang pernah bilang, “nanti aja kalo udah meninggal” hahaha…

.

Oke sekarang coba jawab, “Emang tau umur kita berapa lama?”Kalo masih sempet pake hijab ya Alhamdulillah. Tapi kalo tiba-tiba meninggal gimana? Karena umur manusia kan rahasia Allah Swt dan ga ada yang tahu. Betapa sering kita mendengar mungkin teman, kerabat, atau keluarga kita yang meninggal di usia yang muda, atau bahkan masih sangat muda.

.

Kok bisa ya mati muda gitu? kadang tiba-tiba lagi matinya? Jawabannya, “Ya iyalah, Malaikat Izrail kan emang ga pernah minta izin dulu kalo mau nyabut nyawa.” Saat Allah Swt memerintahkan, “Cabut tuh nyawa si fulan!” Maka detik itu pula sang malaikat melaksanakan tugasnya. Tidak akan terlalu cepat ataupun terlalu lambat, barang sedetikpun. Semua tepat pada waktu yang telah ditentukan.

.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf [7]: 34)

.

Kematian itu tidak pernah pilih kasih. Dari anak kecil yang masih berada di kandungan hingga orang tua berumur 100 tahun, semua sudah ada batas umurnya. Dari tukang bakso sampai tukang tagih utang, jika memang waktunya telah selesai di dunia ini, maka kematian itu PASTI akan datang. Meskipun seorang yang sangat kaya raya punya ruang bawah tanah dengan pelapis 100 baja, tetep aja malaikat pencabut nyawa akan datang dan melaksanakan tugasnya.

.

Untuk itu, alangkah nikmatnya jika memang sudah saatnya kembali kepada-Nya, kita dalam kondisi taat kepadanya bukan? Salah satunya caranya adalah, bagi kaum wanita, dengan memakai hijab. Dengan berhijab, Allah Swt akan mencurahkan segala kasih sayangnya dan membukakan pintu maaf seluas-luasnya kepada para hamba-Nya. Hal itu disebabkan karena keimanan serta patuh dan nurutnya kita kepada semua perintah-Nya.

.

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(QS. Al-Hadid [57]:21)

.

Kesimpulan: Jangan tunggu sampe tua, kalo memang di masa muda sudah bisa memakai hijab. Tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti kapan kita akan dipanggil kembali menghadap-Nya. Can you guarantee that tomorrow you are still alive??

.

2. “Pake hijab nanti aja, yang penting menghijabkan hatinya dulu!”

Nah inilah alasan paling banyak di urutan nomor dua yang sering saya dengar. Lha, emang hati bisa dijilbabin? Padahal Allah Swt kan nyuruhnya jilbabin rambut, bukan hati. Emangnya gimana sih cara ngukur yang paling tepat yang bisa menunjukkan bahwa hati seseorang telah dijilbabin? Ga ada kan? Ya emang ga ada hehe.. makanya alasan seperti ini itu aneh, karena tidak jelas barometernya..

.

Kalo menurut saya pribadi, yang namanya menghijabkan hati ya berarti memperbaiki kualitas diri secara keseluruhan, karena hati adalah elemen yang sangat penting dalam diri seseorang. Rasulullah saw pun pernah mengatakan, “Di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika baik, maka baik seluruh tubuh. Jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Segumpal daging itu bernama hati.”

.

Lagian nih ya, kalo teman-teman menunggu berhijab saat hati sudah bersih atau mungkin nunggu perilakunya sebaik Siti Aisyah, kalo kata saya mah, “Kelamaan woi!” hehehe.. Seharusnya dibalik cara berpikirnya, yaitu berhijab dulu, baru pelan-pelan diperbaiki hati dan sikapnya. Sama saja kaya shalat, kalo kita nunggu khusyu ya ga bakal shalat-shalat. Atau saat kita bersedekah tapi nunggu ikhlas, ya ga bakalan sedekah seumur hidup. Untuk itu, diperlukan latihan sambil berjalan, atau istilah kerennya, “Learning by doing”.

.

Selain itu, kenapa untuk perintah berhijab, alibi yang digunakan selalu adalah menghijabkan hati dulu? Coba bandingkan, saat bersedekah. Apa kita pernah bilang, “yang penting sedekahin hati dulu?” Atau saat disuruh berpuasa, apa kita pernah bilang, “yang penting puasain hati dulu?” atau saat disuruh shalat, apa kita pernah bilang, “yang penting shalatin hati dulu?” Jangan sampe karena kelamaan mikir, bukannya hati kita yang dishalatin, malah kita yang dishalatin hehehe ngeri kannn..

.

Kesimpulan: Anggapan bahwa menghijabkan hati dulu baru rambutnya, adalah keliru bin keplintir. Justru yang benar berhijab dulu, sambil belajar memperbaiki hati dan perilaku agar terus menjadi lebih baik.

.

3. “Gue blom yakin kalo pake hijab itu suatu kewajiban.”

Baiklah, kalau memang belum yakin, coba jawab pertanyaan ini, “Apa kita yakin bahwa Allah Swt itu ada?” Jawabannya pasti, “Yes, yakin!” Kita pun bersyahadat, “Asyhadu an laa ilaa ha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad rasulullaah.” (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah).

.

Nah, kalau kita yakin dengan adanya Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya yang membawa ajaran Islam, itu berarti kita juga harus yakin dengan ajaran syariat yang diajarkan oleh Islam. Islam bukan hanya sekedar tata cara ritual beragama, namun ia merupakan sebuah petunjuk bagi kehidupan, karena ajarannya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.

.

Begitu pun dengan aturan berhijab. Dalam banyak ayat Allah Swt telah memerintahkan bahwa setiap wanita muslim diharuskan untuk memakai hijab. Tentunya perintah yang Allah Swt berikan kepada umat-Nya adalah untuk kebaikan mereka sendiri. Bahkan jika seluruh wanita di muka bumi ini tidak ada satupun yang memakai jilbab, itu tidak akan mengurangi kekuasaan Allah Swt walau sejengkal pun.

.

Untuk semua perintah yang diberikan oleh-Nya, sebagai hamba, cukup kita mengatakan, “sami’naa wa atha’naa” atau “kami mendengar dan kami patuh”, seperti yang tertera dalam (QS. Nur [24]:51). Jawaban seperti inilah yang akan menyelamatkan kita di dunia serta akhirat.

.

Kesimpulan: Jika kita yakin bahwa Allah Swt itu ada dan Rasulullah adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran Islam, lalu bagaimana mungkin kita tidak yakin dan mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh-Nya?

.

4. “Pakai hijab itu kan panas, nanti rambut bisa rusak!”

Ya mungkin memang benar panas, tapi sepanas-panasnya di Indonesia, masih lebih panas di Qatar. Di Qatar saat musim panas, suhu bisa mencapai 50 derajat celcius. Dan sepanas-panasnya di Qatar, masih jauuuuhhh lebih panas di NERAKA. Nah lho, ngeri kan? hehehe.. Jadi mending kepanasan sedikit di dunia atau panas selamanya di akhirat karena tidak menjalankan perintah-Nya? Pikir sendiri deh..

.

Silahkan cari tempat terpanas di dunia ini, lalu bandingkan dengan panasnya api neraka yang manusia mana pun tak akan sanggup menahannya. “Api neraka jahannam itu luar biasa panasnya jika mereka mengetahui.” (QS. At-Taubah [9]: 81)

.

Alasan bahwa memakai hijab panas dan bisa merusak rambut itu berlebihan bin lebay, dan terkesan dibuat-buat. Sekarang trend busana muslimah sudah sangat modern, ditambah berbagai produk kecantikan yang bisa melindungi rambut dari kerusakan atau kekeringan karena memakai hijab. Justru dengan memakai hijab, kulit akan terlindungi, terutama dari sinar UV (Ultra Violet) yang sangat berbahaya.

.

Hilangkan segala bisikan syaitan yang mencoba mempengaruhi kita dengan mengatakan bahwa memakai hijab akan membuat kulit dan rambut menjadi rusak, bercabang, berketombe, atau mungkin ubanan hehee. Berhijab tidak akan merusak kulit atau rambut. Justru kebalikannya, akan melindungi dan menyehatkan. Apalagi di zaman sekarang, kaum wanita mempunyai kebebasan memakai jilbab dengan berbagai model dan bahan yang bisa disesuaikan dengan kondisi setempat.

.

Kesimpulan: Jangan takut memakai hijab hanya karena alasan panas dan rambut rusak. Semua fakta ilmiah justru menunjukkan bahwa jilbab dengan sangat sempurna mampu melindungi kulit dan tubuh dari radiasi ultraviolet.

.

5. “Orang tua ga ngebolehin pake hijab.  Nanti kalo ngelawan durhaka, gimana dong?”

Jujur, saya tadinya tidak percaya saat mendengar cerita ada orang yang beralasan seperti ini, dan biasanya respon saya adalah, “Ah masa sih?” Sampai akhirnya hal ini benar-benar saya lihat langsung. Salah seorang sahabat saya, yang tadinya ia sudah memakai hijab, tau-tau dilepas dengan alasan ga dibolehin ibunya, karena si ibu takut nanti anaknya ga dapet pekerjaan! Response saya, “Oh My Goddd!” *tepok jidat*

.

Lalu kemarin juga baru aja ada yang nanya di twitter, “Kak aku mau pake jilbab tapi ga dibolehin orang tua. Gimana ya ngomongnya?” Saya pun tersadar bahwa memang alasan seperti ini memang benar-benar ada. This thing really exists and REAL!

.

Status orang tua di dalam Islam memang sangat tinggi. Kita diperintahkan untuk patuh dan menuruti keinginannya. Namun itu dengan catatan, jika yang mereka perintahkan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Swt. Kalau tidak sesuai bagaimana? Ya ga usah diikutin! Namun tetap, kita harus memperlakukan dan berhubungan baik dengan mereka.

.

“Dan jika keduanya (orang tua) memaksamu untuk mempersekutukan Aku (melanggar perintah-Ku) dengan sesuatu hal yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu ikuti (perintah mereka), dan tetap berhubunganlah dengan keduanya di dunia dengan cara yang baik…” (QS. Lukman [31]: 15)

.

Allah Swt sudah dengan jelas memerintahkan kaum wanita untuk berhijab, “…Dan hendaklah mereka (wanita yang beriman) untuk menutupkan kain hijab (jilbab) hingga ke dada mereka..” (QS. An-Nur [22]: 31)

.

Lalu sekarang kita mau melawan perintah itu dan mengikuti perintah orang tua yang melarang memakai hijab? Jawabannya adalah, “JANGAN!” Karena hal itu bertentangan dengan perintah Allah Swt. Saat perintah orang tua bertentangan dengan perintah Allah Swt, maka secara otomatis perintah orang tua itu tidak perlu dituruti, karena memang sedikitpun kita tidak boleh taat kepada manusia dalam hal kebathilan. Namun tetap kita harus hormat dan berhubungan baik dengan orang tua.

.

Kesimpulan: Tetaplah memakai hijab dan jangan turuti perintah orang tua yang melarang memakainya. Bagaimana mungkin kita lebih mematuhi perintah orang tua dibandingkan perintah Sang Maha Pencipta yang menciptakan orang tua kita? Bagaimana mungkin kita takut durhaka kepada orang tua sementara tidak takut durhaka kepada Allah Swt?

.

6. Pekerjaan saya yang sekarang tidak memungkinkan memakai hijab. Nanti kalo dipecat gimana? Kalo rezeki berkurang gimana?

Emang pekerjaannya apa sih? Segitu takutnya ilang pekerjaan atau rezeki berkurang. Berarti kita ga yakin dong dengan kekuasaan Allah Swt? Bukankah Dia Yang Maha Kaya? Bukankah Dia Yang Maha Memiliki? Dengan mudahnya Allah Swt dapat memberikan rezeki kepada seseorang, dan dengan mudahnya pula Dia dapat menarik rezeki itu.

.

Mana lebih susah bagi Allah, menerbitkan matahari di timur lalu menenggelamkan di barat, atau hanya sekedar memberi kita pekerjaan dan rezeki? Jawabannya tentu yang pertama lebih berat. Sekarang kalau perintah berhijab adalah berasal dari-Nya, dan kita sebagai hamba mengikuti perintah-Nya, lalu apakah mungkin, seorang Tuhan Yang Maha Agung akan begitu saja membiarkan seorang hamba yang patuh pada perintah-Nya menderita???

.

Semua yang ada di muka bumi ini adalah milik Allah Swt, termasuk pekerjaan dan rezeki kita. Tidak mungkin Dia yang menyuruh mengenakan hijab lalu saat sang pemakai hijab mengalami kesulitan, Allah Swt tidak peduli. It doesn’t make any sense. Rezeki itu bukan bergantung dari bos kita di kantor ataupun partner bisnis kita. Rezeki itu datangnya dari Dia Sang Maha Penggenggam Kekayaan, Allah Swt. Jadi sangat tidak logis kita ketakutan kekurangan rezeki padahal Sang Maha Pemberi Rezeki selalu ada di dekat kita.

.

Lagian emang yakin, orang-orang yang tidak memakai hijab itu akan selamat dari yang namanya pemecatan? hehe.. Makanya udah jangan takut, resah dan gelisah. Gausa kelamaan mikirin bos atau bakal dipecat atau ga dapet promosi atau gaji dikurangin karena memakai hijab. Allah Swt telah berjanji bahwa bagi hamba-Nya yang bertakwa, maka Dia akan memberikan jalan keluar bagi semua permasalahan yang dihadapi.

.

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya..” (QS. At-Talaaq [65]: 2-3)

.

Kesimpulan: Sangat mudah bagi Allah Swt untuk memberikan rezeki kepada kita ataupun menariknya lagi. Tugas kita hanyalah mematuhi segala yang diperintahkan oleh-Nya, dan dalam hal ini untuk kaum wanita adalah dengan memakai hijab. Patuhi saja dulu perintah-Nya, dan biarkan Dia yang membereskan segala urusan kita. As simple as that!

.

7. “Nanti kalo pake hijab dikira dari golongan tertentu atau dikasih label tertentu.”

Emangnya sarung pake dikasih label segala? hehe.. Well, dalam Islam, hanya ada 2 golongan. Pertama, mereka yang menjalankan perintah Allah Swt dan mengikuti sunnah Rasulullah. Golongan ini adalah mereka yang akan mendapatkan rahmat dan kasih saying Allah Swt, dan yang kedua adalah kelompok Syaitan yang selalu melanggar perintah Allah Swt. Hukuman dan siksaan yang pedih di neraka adalah jaminan bagi golongan yang kedua. Nah sekarang pilih deh, mau masuk yang mana, pertama atau kedua?

.

Kesimpulan: Jangan takut dengan label tertentu dari orang-orang. Selama apa yang kita kerjakan adalah melaksanakan segala perintah-Nya, maka Allah Swt akan selalu bersama kita. Mengejar Surga-Nya memang tidak mudah, maka dari itu pastinya akan banyak godaan dan tantangan dari sekitar, termasuk dari komentar orang-orang di sekitar yang mungkin tidak senang jika kita menjadi pribadi yang lebih baik. Just keep walking!

.

8. “Pakai hijabnya nanti aja daripada udah pake tapi sering dilepas lagi.”

Kalau semua orang berpikiran seperti ini, ya maka semua orang akan meninggalkan Islam. Lho kok gitu? Ya logikanya gini, kalau kita tidak mengerjakan shalat karena takut nanti akan bolong-bolong shalatnya, ya kita ga akan pernah shalat. Kalau kita tidak mengerjakan puasa ramadhan karena takut nanti ada hari-hari dimana kita tidak bisa berpuasa, ya ga bakalan pernah mulai puasa kita. Akhirnya tidak ada satupun orang di dunia ini yang mengerjakan ajaran Islam. Bukankah ini semua hanya tipu daya setan yang berusaha mempermainkan akal kita agar tidak mengerjakan perintah Allah Swt?

.

Semua amalan itu kan tergantung kepada niatnya. Jadi saat teman-teman memutuskan memakai hijab, niat awalnya ya harus mantap dan yakin bahwa ini akan seterusnya. Kalau misalkan memang di tengah jalan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana kita, maka itu diluar kekuasaan kita. Tapi paling tidak, niatan kita untuk memakai hijab sudah diterima oleh-Nya.

.

Memang tidak ada yang instant di dunia ini. Sama halnya dengan berhijab. Namun yang terpenting adalah niat awal kita sudah benar dan tekad kita untuk terus konsisten harus selalu dijaga. Sisanya, ya serahkan saja sama Allah Swt. Dia Maha Mengetahui semua permasalahan hamba-Nya. Allah Swt mencintai amalan yang terus menerus dilakukan (istiqomah) meskipun itu adalah hal kecil dan sedikit.

.

Kesimpulan: Luruskan niat, mantapkan tekad, sempurnakan ikhtiar. Bismillah!

.

9. “Nanti aja pakenya abis nikah, kalo pake dari sekarang nanti ga ada yang mau nikahin lagi.”

Ini lebih aneh lg alesannya, sama kaya ungkapan, “Jaka Sembung perutnya kembung.. ga nyambung oiii!” hahaha..

.

Ini adalah pemikiran yang super duper salah. Laki-laki itu, meskipun seorang penjahat sekalipun, saat memutuskan ingin menikah, pastinya akan mencari wanita yang shalihah, cantik fisik serta perilakunya. Kalo ada laki-laki yang mau cari calon istri dan nantinya sang istri dibolehin untuk buka-bukaan di depan publik, berarti ada yang salah ama otaknya.

.

Dari analisa psikologi pun, sebenarnya para wanita yang berhijab itu lebih menarik bagi semua laki-laki normal. Hal ini karena ada identifikasi dalam alam bawah sadar bahwa calon istri mereka kelak harus seorang wanita shalihah yang benar-benar mempunyai akhlak yang baik serta bisa menjaga kehormatan diri dan keluarga.

.

Coba aja tanya ke semua laki-laki kalo ga percaya hehe.. karena saya juga laki-laki, jadi saya tahu apa isi pikiran laki-laki. Karena hanya laki-laki yang tau isi kepala laki-laki hahaha.. saya kasitau nih ya, sebandel-bandelnya seorang pria, dia pasti ingin mencari wanita shalehah yang terbaik, karena mereka nantinya bukan hanya menjadi istri, tapi juga menjadi ibu dari anak-anaknya.

.

Allah pun sudah menjelaskan dalam Al-Quran bahwasanya laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan juga sebaliknya. Jadi kalo mau dapet calon suami atau istri yang baik, ya yang pertama kali dilakukan adalah memantaskan diri kita untuk mendapatkan calon kita. seperti kata pepatah, “Jangan berharap dapat istri Siti Fatimah kalo kelakuan kita blom seperti Ali bin Abi Thalib.”

.

Rasulullah saw pun telah mengajarkan kepada kita tentang hal ini, “Wanita itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, kecantikannya, nasab (keturunannya), dan agamanya. Maka pilihlah alasan menikahi karena agamanya, maka akan sejahtera dan bahagia hidupmu. Kalau tidak, maka merugilah.” (Muttafaq ‘alaih)

.

Kemudian Rasulullah memperkuat dengan sabdanya, “Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, maka Allah Swt tidak akan menambahkan baginya kecuali kehinaan. Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena kekayaannya, maka Allah Swt tidak akan menambahkan baginya kecuali kefakiran. Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaan keturunannya, maka Allah Swt tidak akan menambahkan baginya kecuali kehinaan. Dan, barangsiapa menikahi wanita dengan tujuan agar dapat menundukkan pandangan, menjaga kemaluannya, serta menyambung tali silaturahim, maka Allah Swt akan memberkahi mereka berdua.” (HR. Thabrani)

.

Dalam hadits tersebut jelas bahwa ada 4 hal utama yang dipilih saat menikah, yaitu karena harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Dari keempat hal tersebut, Nabi Muhammad saw menyuruh kita untuk memilih berdasarkan agamanya. Jangan salah paham, bukan berarti Rasulullah melarang kita untuk menikah dengan wanita yang cantik, atau yang kaya atau dari keturunan yang baik. Hal itu tentu saja boleh. Yang dimaksud dalam hadits itu adalah tentang niat dan prioritas awal dalam menikahi seseorang.

.

Prioritas pertama yang harus dipilih adalah agamanya, atau dalam artian harus seiman. Selanjutnya terserah anda! Mau menikah dengan wanita yang kaya? Tentu boleh. Dengan wanita dari keturunan yang baik? Tentu juga boleh. Dengan wanita yang cantik? Boleh banget!

.

Jadi kalo dalam binary matematika, agama itu seperti angka 1 dan faktor pendukung lainnya (seperti cantik, manis, imut, kaya, rajin menabung, dll) disimbolkan dengan angka 0. Jadi berapapun banyak nilai faktor pendukungnya, tapi kalo dia tidak seiman / seagama, maka bisa dipastikan nilai wanita itu akan 0. Tapi kalo agama sudah dipegang, berarti sudah punya angka 1. Kemudian dia cantik, tambah lagi 0 jadi 10. Kemudian dia dari keturunan bangsawan, tambah lagi angka 0 jadi 100, dst. Asik kan? Cari terus faktor pendukungnya sampai 1,000,000,000

.

Kesimpulan: Jangan takut untuk berhijab sebelum menikah. Justru Allah Swt akan pertemukan kita dengan laki-laki yang shaleh, baik hati, rajin menabung dan pandai memasak. Gimana, mau kan?

.

10. “Pake hijab ga modis, ga bisa gaya, ga gaul gitu lohh..”

Nah ini kalo ada yang komentar begini, mungkin dia hidup di zaman Flinstones alias jaman batu hehee…

.

Pada masa sekarang ini, hijab bukan lagi menjadi alasan untuk tidak bisa bergaya dan terlihat trendy. Trend fashion sekarang ini pun yang sedang nge-hits adalah fashion busana muslim. Selembar kain yang bernama jilbab bisa dikreasikan sedemkikian rupa sehingga tidak hanya menjadi sekedar penutup kepala, tapi juga pendukung gaya. Sekarang ini makin banyak wanita muslimah yang menggunakan hijab sebagai penambah kepercayaan diri mereka dalam berbusana.

.

Saya pribadi termasuk yang setuju dengan kreativitas para generasi muda muslimah sekarang yang memakai hijab dengan berbagai style dan bentuk, dan berbeda dengan generasi terdahulu. Hal itu akan menjadi dakwah bagi Islam yang dikemas dalam bentuk yang modern dan bergerak mengikuti perubahan zaman. Apalagi yang ingin kita dekati ini kan dari kalangan generasi muda, yang pastinya masih mementingkan style dan harus terlihat keren.

.

Jadi ya sudah, harus buat juga dakwah yang keren, gaul dan menunjukkan bahwa Islam pun memang sudah keren! Kita tunjukkan daya tarik dari berhijab sehingga mereka pun tertarik tanpa adanya paksaan. Tapi tentunya, berbagai gaya hijab itu pun harus yang sesuai dengan syariat dan tidak kebablasan, seperti misalkan pake hijab tapi pake kaos lengan pendek atau pake rok.

.

Saat ini, hijab telah berkembang, bukan hanya menjadi penutup aurat, tapi juga menampilkan keanggunan dan keindahan jiwa bagi si pemakai. Anak zaman sekarang pun sudah sangat kreatif dalam membuat bentuk hijab, sampe saya sendiri juga ga paham itu gimana ngebuatnya, ada yang melingkar-lingkar, digulung-gulung, dilipet-lipet, sampe diputer-puter hehe.. Intinya sangat menarik dan atraktif!

.

Kesimpulan: Di pasar sekarang ini sudah tersedia begitu banyak jenis dan model hijab. Jadi kalau ada yang beralasan memakai hijab ga bakal bisa modis dan gaya itu salah besarrr.. Ga ada ceritanya berhijab akan membuat orang mati gaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s