Crossing a Road (Lenteng Agung)


Narasi dari saya…

Dalam moda transportasi modern terdapat keseimbangan jika pengguna transportasi dapat berjalan kaki untuk menuju ke halte/stasiun/ dan tempat tujuannya yang tidak melulu harus kendaraan yang berhenti sesuai kehendak kita. Tradisi malas seperti itu telah mendarah daging di masyarakat sekitar kita termasuk saya (baca : jakarta), tradisi itu mulai diperbaiki dengan hadirnya bus transjakarta atau dikenal dengan busway yang mulai menerapkan disiplin ditiap – tiap tempat perberhentian dengan studi transportasi dahulu sebelumnya di titik mana saja pantas shelter busway tersebut dibangun. Intinya bahwa kedisiplinan dari pengguna, penyedia dan regulator harus sejalan / se-visi menjadikan transportasi daran yang lancar, aman, dan nyaman

Ketika saya berdiskusi berdua dengan dosen saya, dia pun bilang bahwa sesungguhnya kemacetan atau kapasitas jalan adalah semudah kita mengibaratkan aliran air (baca : Hidrolika) dimana, Q masuk = Q keluar. Ya benar, bahwa kapasitas jalan / ruas jalan diibaratkan sungai/pipa, jika tidak dapat menampung atau banyak sampah (hambatan) maka akan banjir dan meluap sama halnya untuk kemacetan ! Jika penambahan kapasitas jalan terlalu lama,rumit dan bla bla, ya tolong lah hambatan jalan yang dibenahi terlebih dahulu  ya bapak – Ibu yang punya wewenang!

Seperti di Jalan Lenteng Agung – Jakarta Selatan (stasiun LA)

Satu yang saya heran, disini tidak terdapat traffic light tapi macetnya bisa mengular dan kadang tidak kenal waktu.

Analisis Hambatan:

# Kapasitas Jalan saya rasa cukup (tiga lajur satu arah )

# Jalan yang cukup mulus yang hampir tidak ditemui lubang (Rigid Pavement)

#Banyaknya bus/angkot yang mengetem sembarangan

#Banyaknya bus/angkot yang berhenti mendadak kesebelah kiri

#Banyaknya parkir liar di badan jalan.

#Banyaknya penyebrang jalan yang terus menerus menyebrang hampir tidak jeda ( satu-satu).

Solusi Singkat :

#Tertibkan Parkir Liar pada jalan tersebut.

#Larang keras angkot/bus yang mengetem atau berhenti dipersimpangan, lakukan sidak berkala dan tidak dibocorkan                                       waktu sidaknya, beri surat tilang atau semacamnya disamping itu buatkan halte yang  representatif bagi kebutuhan masyarakat disana.

#Larang/sidak para pemiinta amal yang terkadang ditengah jalan

# Buatlah Tempat penyebrangan yang manusiawi dan aman supaya arus lalu lintas pun lancar ( lokasi penyebrangan pertigaan dekat stasiun Lenteng).

Saya paham metode ini sering tidak dipatuhi para pejalan kaki maupun pengendara, banyak fasilitas penyebrangan tersebut yang mubazir atau pelengkap saja. Okey,  untuk itu coba kita belajar menyebrang di depan mall ambasador, saya pun pernah menyebrang disana dengan tertib dan sesuai lampu izin menyebrang dengan hitungan detik (bagi sebagian mungkin berpendapat, yaiyalah kawasan CBD, people nya pun terdidik) kata siapa? kedisiplinan tidak dilihat dari status pendidikan, banyak tuh contohnya! yang diambil pelajaran disini adalah, pengajaran dan contoh serta pengawasan. Disana pun harus ada pengawas (semacam satpam yang memberi aba aba lampu menyebrang dan untuk menuntun rombongan) serta melarang rombongan menyebrang pada bukan waktunya. Untuk itu pada penyebrangan jalan yang banyak orangnya serta menimbulkan kemacetan dan metode JPO tidak berhasil mungkin ini solusi nya. Ingat ! harus ada pengawas semacam satpam cukup seorang, masyarakat butuh di didik agar terbiasa dan selanjutnya semoga menjadi budaya ! bukan menyalahi pejalan kaki atau penyebrang jalan. Inipun juga mendidik pengendara agar patuh atas rambu lalu lintas yang mereka tidak sadari bahwa memiliki kekuatan hukum.

Kerugian jika dibiarkan :

#Jalur tersebut menjadi jalur PELAJAR/MAHASISWA (banyaknya sekolah dan universitas yang bergantung pada jalur ini) yang membutuhkan kelancaran. pelajar/mahasiswa tersebut dapat turun produktivitas belajarnya gara – gara hali ini. kesempatan membaca buku yang normal bisa puluhan halaman jadi berkurang, sehingga ketika pulang maunya main atau tidur karena sudah keletihan dengan kemacetan hanya karena hambatan penyebrang jalan dan hambatan ngetem angkot/bus. Jadi produktivitas pelajar/mahasiswa menurun bukan mutlak salah dia atau pengajar tapi Anda yang mempunyai kepentingan untuk mengatur punya andil !

#Peak Hour semakin menjadi-jadi macetnya, akibatnya para pekerja pun hilang banyak quality time nya bersama keluarga.

#Budaya baru masyarakat perkotaan melihat hal semacam itu menjadi “biasa”

#Borosnya bahan bakar minyak ! hweii kita sudah import minyak sodara, tolong ini implementasikan oleh pemerintah penghematan ini bukan ribet untuk energi baru yang memakan waktu. Bukan melulu naikin harga solusi simsalabim ! Anda itu bukan hanya regulator, tapi pengayom dan penindak serta pengatur.

#Borosnya biaya operasional kendaraan bagi seluruh jenis kendaraan bermotor ,you know lah terdiri dari Bahan bakar, pemakaian ban, pelumas, pemeliharaan, suku cadang,dll . Mungkin lain kesempatan saya akan jelaskan hal ini atau silahkan dicari dengan keyword BOK

#Meningkat kecelakaan bagi penyebrang jalan yang keserempet dan semacamnya akibat tidak sabarnya penyebrang dan yang berkendara (main sodok-sodokan posisi)

#Tingkat Stress sekitar dan pemakai jalan disana

#dan lain – lain

Manfaat jika dibiarkan :

mungkin ini alasan para yang punya kewenangan diatas itu kali ya membiarkan hal tersebut, hahaha😀

#Banyaknya pedagang kaki lima yang menjamur buat tambahan pendapatan mereka

#Irit bahan bakar bagi angkot/bus supaya sekali jalan penuh terisi orang

#Supaya kecelakaan penyebrang menurun, kan pada pelan – pelan lajunya kendaraan😀

#mengurangi pengangguran karena ya itu tadi banyaknya pedagang dadakan.

#menghemat anggaran untuk tidak menggaji semacam satpam untuk penuntun penyebrang jalan.

#Daerahnya biar terkenal masuk situs / tweet radio , dll dengan hastag #macet (haha)

#Takut terhadap preman-preman penguasa di sekitar sana😀 atau retribusi dari preman bisa berhenti nih😀

Kalo memang benar berfikiran seperti itu , komentar saya cukup satu : Innalilahirojiun sempit bener, Jakarta sejajar ibukota negara dunia lho ! Alhamdulilah yah Yasinan yuk. ahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s