Paradigma Logika ber-nazar bukan karena Allah SWT


Edisi ini saya akan membahas paradigma dari sisi logika berfikirnya 

Dalam surah Al insaan ayat 7 : “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana – mana”

Logika pertama :

Allah memberikan pujian kepada mereka dalam melaksanakan nazar, apresiasi Allah SWT kepada hambanya karena menunaikan nazar dan memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Perbuatan dalam menunaikan nazar termasuk bentuk ketakutan atau patuh kepada Allah SWT.

Logika kedua :

Jelas disini maksud dari pujian adalah Surga-nya Allah SWT. Beda halnya ketika seorang pria memuji seorang wanita dengan kata cinta 1000 kali tetapi dalam praktiknya dia tidak kerja atau tidak membahagiakan sang wanita. Pujian tersebut tidak memiliki arti atau zonk. Beda halnya dengan pujian dari Allah SWT adalah surga ganjarannya.

Logika ketiga :

Sesuatu hal yang bisa menjadikan sebab dimasukannya manusia kedalam surga-nya Allah SWT adalah Ibadah. Karena sesuatu yang disebut ibadah mempunyai contoh dari Nabi Muhammad SAW. Misalnya shalat Subuh itu dua rakaat, tapi ada yang lebih menjadi 4 rakaat itu tidak dikategorikan sebagai ibadah begitu juga dengan nazar yang harus karena Allah SWT.

Logika keempat :

Karena nazar itu disebut ibadah maka memalingkan niat (ibadah) bukan karena Allah SWT itu termasuk Syirik dan ganjarannya adalah neraka. Prinsipnya percaya hanya kepada Allah SWT.

Sekian

— Ali Sunandar —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s