Tak Jodoh


Kering air mataku mengingat tentangmu
Tentang kita yang tak jodoh
Dulu pernah bermimpi saling memiliki
Nyatanya pun tak kesampaian
Rela relakanlah masa itu
Biarkanlah jadi masa lalu
Kenang diriku selalu di hatimu
Selalu di jiwamu, simpan di memorimu
Ku nanti dirimu bila malam pun tiba
Cukup kita yang tahu, mimpi jadi saksinya
Kering air mataku mengingat tentangmu
Tentang kita yang tak jodoh

Secara random saya mendengarkan ini di radio dan langsung mencari lirik serta memperhatikan alunan musiknya, ya easy listening dan simple, bahkan terlalu simple. Beberapa kata dari syair diatas saya hitamkan lebih tebal, saya pun merasakan hal seperti itu, sama dengan kalian.

Dalam berhubungan, kita seperti menggoreskan tinta di sebuah diary per halamannya untuk di isi tentang kita, berhubungan yang (katanya) saling memiliki padahal sebenarnya baik kita dan dia dimiliki oleh Allah SWT sesuai QS al-Baqarah 2:155-157 “innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Allah). Ayat ini bisa menjadi landasan ketika kita memiliki sesuatu (pasangan) untuk lebih sadar bahwa apapun yang terjadi baik atau buruk itu kehendak-Nya. Memang berat menjalankan apa yang tidak sesuai yang kita harapkan. Seperti menghapus setiap goresan tinta di diary atau media apapun akan membutuhkan waktu juga dalam tindakan menghapus. Begitu juga hati, yang tidak terlihat bagaimana menghapusnya? butuh waktu itu pasti ! dan harus ditanamkan apapun yang terjadi di kembalikan ke Allah SWT semoga itu yang terbaik menurut-Nya.

Masalah beda agama, beda prinsip hidup, beda usia, beda posisi kelas keluarga itu mungkin sebagian dari alasan mengapa tak jodoh. Untuk beda agama harus dilihat dari sudut pandang agama kalian apakah mengizinkan untuk menjalin ikatan perkawinan dengan berbeda agama? ikutilah dengan baik petunjuk agama kalian , jangan banyak mencari celah. Ini seperti sebuah Handphone yang memiliki buku petunjuk , maka ikutilah buku petunjuk itu untuk pemakaian yang tahan lama, aman terhadap tubuh, dsb.

Beda prinsip hidup dimungkinkan karena berbedanya pengalaman, berbedanya “asupan” sehari-hari yang membuat dan membentuk pandangan itu sendiri. Beda prinsip hidup dilihat dulu ujungnya tujuan hidup. Apakah ada kemiripan? kalau ada, pasti akan menemui titik temu , tinggal bagaimana kita saling berkorban mengalah satu sama lain, bukankah hakikat jalinan pasangan adalah itu?

Beda usia yang terlampau jauh pasangan pria diatas 5 tahun atau lebih dan wanita lebih tua 5 tahun atau lebih dari pria nya. Secara singkat dijawab oleh kalimat “Age doesn’t guarantee a person becomes an adult “. Itu berlaku bagi Pria maupun Wanita, kedewasaan itu terletak di pola pikir di klasifikasinya bukan di tindakannya, kedewasaan itu menurut saya ada di dalam seperti hati. Tindakan itu merupakan suatu pakaian ataupun topeng. Kenapa begitu? karena bisa tiba-tiba baik tiba-tiba ini itu. Ya, karena letaknya didalam yang bisa menilai itu adalah hati. Right?! Urusan “poin-poin” selanjutnya akan mengikutinya, pasti.

Beda posisi kelas keluarga mungkin ini berat juga, bagaimana tidak? sudah menyangkut orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anggapannya bisa durhaka, membelot dsb. Untuk yang satu ini mungkin saya akan bahas dilain kesempatan lebih panjang,haha. Mungkin untuk tahap singkatnya dari pandangan orangtua kita yang harus kita kasih pengertian secara perlahan. Beruntung bagi yang mempunyai orangtua lebih memberi kepercayaan kepada kalian tidak dibataskan oleh posisi kelas keluarga. Beruntung bagi yang memiliki kesempatan diberikan kepercayaan oleh orangtuanya, beruntung punya orang tua lebih demokratis dan memandang harta bukanlah dasar dari berhubungan. Syukuri itu..

Jadi apapun yang kita harapkan dengan pasangan kita jika sudah mencari jalan terbaik tapi tidak juga kesampaian ke jenjang berikutnya mungkin itu sudah diatur jalanNya.

Rela – relakan lah. Mencintai atau menyayangi adalah suatu persepsi berbeda, sebagian memang tak harus saling memiliki atau saling memiliki komitmen. Pada akhirnya itu masa lalu kita proses dalam daur hidup, cukup kita dan dia yang tau dan disimpan dalam memori masing – masing, lalu bermimpilah pindahkan isi diary ke episode- episode mimpi kalian  :)

-ali sunandar-

One thought on “Tak Jodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s