Palembang and South Sumatera


Pertengahan februari tahun ini saya mendapat kesempatan mengunjungi Palembang dan sekitarnya sekaligus menghadiri undangan acara cukup singkat dan melelahkan. Tiba di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pagi hari langsung carter taksi tanpa argo (tanpa pilihan lain). Sebelum ke penginapan disempatkan dulu ke pempek Candy untu sarapan (sarapan with cuko -_- ) lalu istirahat sekejap dan taruh barang di penginapan. Berhubung penginapan dekat dengan danau Kambang Iwak Besak jadi jalan kaki menyusuri taman yang bagus itu (kabarnya kalau weekend sangat penuh dengan muda-mudi) maklum juga si kalo kawasan happening, banyak outlet makanan ternama juga seputaran danau ini. Pilihan makan pun melimpah daerah sini.

581247_3528624226005_1621731020_n

Airport (masih) atribut Sea Games

Setelah lunch langsung meluncur ke salah satu pasar tradisional untuk beli baju batik (khas sumatera selatan tentunya) dan sedikit souvenir, oia ke pasar ini menggunakan becak lumayan jauh tapi seru juga. Setelah dari pasar ke Palembang square, bukan pilihan yang menarik memasuki mall -_- , habis itu mampir lagi menyantap pempek Vico (yeay). Dirasa sudah cukup lalu langsung menuju Jakabaring sport center, saya juga kaget melihat kawasan ini yang “lumayan” bila dalam kacamata diluar Jawa. Jadilah melihat-lihat venue Sea Games beserta bangunan wisma atlet yang skandal itu. Puas dengan Jakabaring dan waktu hampir maghrib, waktu yang pas untuk merasakan sensasi Jembatan Ampera diwaktu malam dengan sebelumnya ke Benteng Kuto Besak yang dekat lokasinya dengan Jembatan Ampera. Untuk menggalau malam hari ditemani kopi susu hangat dan memandang jembatan yang gemerlap dengan dinamika pergerakan masyarakat palembang (mungkin) merupakan pilihan terbaik dikota ini. Malam itu ditutup dengan santap makan malam di restoran ikan pindang yang cukup terkenal di palembang (enak!)

IMG_1988

Jakabaring Sport City

577954_3528617745843_1783774400_n

Ampera Bridge

Pagi langsung meluncur ke Baturaja – OKU memakai travel (mungkin seperti Jkt – Bandung) bedanya kanak kiri jalan mayoritas hutan duku, sawit dan ilalang. Lebih beda lagi ya kualitas jalan (tol dengan jalan lintas sumatera yang banyak rusak). Rasanya pingin dipetik duku-duku itu, oia duku disana itu enakk manisnya beda, meski duku nya kecil tetap enak lah pokonya (sekarung beras duku 20 – 30 ribu) bisa lebih murah kalo musim puncak duku. Intinya kedaerah Baturaja yang pedalaman mayoritas melakukan ritual toilet itu di sungai (sungai nya juga masih bersih sih).

IMG_2105

Fresh !

IMG_2090

Smooth Living

IMG_2100

Hore-hore ciprat-ciprat

Pokonya wow banget deh saya menahan segala sesuatu itu (haha) yang bagus sih banyak rumah tradisional masih eksis dan digunakan. Saya menginap di daerah itu satu hari dua malam, sungguh rasanya ingin buru-buru ke kota (minimal kota baturaja) sinyal susah, dan gabisa jajan apa deh gitu (haha). Hhm saya lupa rincian biaya selama di Palembang dan OKU tapi yang pasti murah makanannya, kalau diresto ya tau sendiri lah standart nya bagaimana. Menurut saya, transportasi merupakan hal yang cukup mahal disini (meski ada trans musi) dan pilihan yang kurang beragam.

IMG_2198

Rumah adat Sumatera Selatan di OKU

Setidaknya saya tau bahwa pembangunan sudah sampai disini meski tidak se-atraktif pulau jawa growth nya. Sumatera selatan termasuk provinsi yang beruntung “kaya” akan beragam pendapatan asli daerah (truk tambang pun banyak hilir-mudik). Saya rasa kesejahteraan bukan pilihan tapi keharusan untuk Provinsi Sumatera Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s