5cm untuk lima bintang


5cm

Pertama saya ucapkan terimakasi mas Donny D yang membuat buku begitu epic buat young generation, mas Rizal M yang meng-visualisasikan karya adapted novel begitu indah serta tentunya pemain / actor pilihan yang menjadikan film ini jadi hidup. Fedi Nuril, Harjunot Ali, Pevita Pearce, Raline Shah, Igor Saykoji, Donny Sumargo.

Nostalgia, itu kata pertama saat awal melihat film ini, naik kereta ekonomi ke malang, seharian dikereta beramai-ramai 10 orang (baru saya kenal) dengan anak sastra yang pintar bermain kata serta tentunya bermain kartu. Nostalgia itu berhenti saat tujuannya berbeda, saya beserta sahabat ke pulau sempu dan bromo. Mungkin ada kemiripan bromo dan mahameru (tetanggaan) tapi jelas berbada cara untuk menuju puncak.

Saya memetik strong point bintang dari film ini pada :

  1. Cinta Tanah Air, jelas sekali bahwa semakin kita mengenal Indonesia kita akan semakin cinta pada Indonesia. Pencitraan yang tidak baik pada Indonesia itu hanya ke-egoisan segelintiran orang dan marketing yang salah.
  2. Persahabatan, tanpa persahabatan mungkin orang yang merasa “tidak mungkin bisa” menjadi bisa, mendapatkan dorongan tekad yang begitu kuat. Karena apa? karena kita ada mentor yang selalu mempercayai kita bahwa bisa melakukan itu sehingga alam bawah sadar kita akan terus “meng-push” kita sampai titik habis  dan yang pasti berjama’ah itu lebih baik daripada sendiri.
  3. Cinta, rasa cinta begitu terasa di film ini. Pertemuan yang intens antar sahabat itu bukan tidak mungkin menumbuhkan rasa itu. Pepatah jawa pun berlaku bahwa cinta hadir ketika kita sering berinteraksi.
  4. Mimpi, dengan mimpi niscaya banyak hal yang dapat kita wujudkan. Positive thinking pada mimpi kita itu diajarkan. Mimpi yang simple menginjakan kaki di puncak mahameru, mimpi yang hanya berjarak lima centimeter. Mimpi yang begitu dekat begitu nyata jadi terasa mudah untuk digapai, bahwa melangkah saya dulu, tidak usah memikirkan hal yang berat.
  5. Hijrah, tanpa hijrah tanpa mencari suasana baru, pasti long journey itu tidak terjadi. Hijrah itu penting, moving itu penting. Kalau kita merasa bahwa diri kita berada dititik kejenuhan, kebuntuan maka kita sebaiknya untuk berhijrah. Hijrah disini berbagai macam bentuk entah itu refreshing, merubah cara pandang, bahkan hasl terkecil merubah posisi barang-barang di atas meja kerja.

Tidak ada Mimpi yang tanpa pengorbanan itu benar, dan Kemudian yang kamu perlukan meraih mimpi  hanyalah :

kaki yang melangkah lebih jauh

tangan yang akan berbuat lebih banyak

mata yang akan melihat lebih lama

leher yang akan lebih sering mendongak

tekad yang setebal baja

dan hati yang akan bekerja lebih keras

serta mulut yang selalu berdoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s